Exoplanet GJ 1214b
Exoplanet GJ 1214b bergerak mengelilingi bintang induknya setiap 38 jam pada jarak 2 juta km dari sang bintang, atau sekitar 70 kali lebih dekat dari orbit Matahari – Bumi (150 juta km). Dperkirakan temperatur permukaan planet GJ 1214b mencapai 232º Celsius.
Planet GJ 1214b mengorbit bintang GJ 1214 yang massanya lima kali lebih kecil dari massa Matahari dan kecerlangan 300 kali lebih redup. Bintang ini berada pada jarak 40 tahun cahaya di rasi Ophiuchus. GJ 1214 merupakan bintang kelas M atau bintang katai merah yang masih tergolong bintang dingin dengan temperatur permukaan hanya berkisar 2700 derajat Celcius. (- temperatur permukaan Matahari mencapai kisaran 5500 derajat Celsius)
Dunia Air
Tahun 2010, Jacob Bean melakukan penelitian pada atmosfer GJ 1214b dan menemukan atmosfer di planet tersebut memiliki air sebagai penyusun utama. Tapi, sebagai argumentasi dapat juga dijelaskan dengan keberadaan kabut di atmosfer GJ 1214b.
Dalam pengamatan dan penelitian exoplanet GJ 1214b kali ini, Berta dan rekan-rekannya menggunakan instrumen WFC3 milik Hubble untuk mempelajari GJ 1214b saat ia melintas di depan bintang (dari sudut pandang pengamat). Saat terjadi transit seperti itu, cahaya bintang disaring melalui atmosfer planet sehingga pengamat bisa mendapatkan petunjuk campuran kandungan gas di dalamnya. Dalam kasus GJ 1214b, Berta menggunakan Hubble untuk mengukur warna inframerah dari terbenamnya bintang di planet tersebut.
Jika yang ada di atmosfer itu adalah kabut, maka kabut akan transparan terhadap cahaya inframerah
dibanding cahaya tampak. Karena itu, pengamatan Hubble dapat memberikan perbedaan antara atmosfer yang disusun oleh uap atau kabut.
Hasil analisa pengamatan menunjukkan spektrum GJ 1214b tidak memiliki sifat khusus pada rentang panjang gelombang yang luas. Model atmosfernya tetap konsisten dengan data Hubble yakni atmosfer rapat yang disusun oleh uap air.
Karena massa dan ukuran planet sudah diketahui, maka para astronom pun dapat menghitung kerapatan planet yakni sekitar 2 gram / cm3. Air dalam hal ini memiliki kerapatan 1 gram/cm3, sementara di Bumi kerapatan rata-rata adalah 5,5 gram/cm3. Karena itu disimpulkan kalau GJ 1214b memiliki lebih banyak air dan hanya memiliki sedikit batuan.
Dari karakteristik planet tersebut maka bisa disimpulkan kalau struktur internal GJ 1214b akan sangat berbeda dari Bumi yang kita kenal. Temperatur dan tekanan yang tinggi akan membentuk material eksotik seperti “es panas” atau “air superfluida” -substansi yang benar-benar asing bagi manusia.
Bagaimana planet ini terbentuk? Para ahli teoritis menduga GJ 1214b terbentuk di lokasi yang lebih jauh dari bintang dimana air es berlimpah dan kemudian melakukan migrasi ke bagian dalam sistem di awal sejarah sistem keplanet di bintang GJ 1214. Dalam proses migrasi, GJ 1214b juga melintasi zona laik huni bintang. Tapi berapa lama ia akan bertahan di sana belum diketahui.
Keberadaan GJ 1214b yang hanya berjarak 40 tahun cahaya dari Bumi di rasi Ophiuschus menjadikan planet ini sebagai kandidat utama yang akan dipelajari oleh Teleskop James Webb.
sumber : langitselatan.com




